Hi.. malam ini aku mau nulis hal-hal yang udah mendidih diotak dan gak sempat untuk nulisnya di blog karena jadwal kuliah dan tugas yang menumpuk.
Beberapa hari yang lalu aku sama teman-teman lainnya lagi bikin tugas di salah satu fakultas, setelah selesai bikin tugas kami pun pulang dan melewati sebuah mading fakultas yang dipenuhi dengan pamflet-pamflet yang berisi dakwah-an dan beberapa kata-kata sindiran kekinian yang bisa menarik perhatian orang-orang yang melintas, dilihat dari pamflet tersebut ada logo-logo organisasi tertentu yang menempel dan menyebarkannya dibeberapa titik mading di fakultas itu. Tapi bukan itu yang mau aku ceritain tetapi mengenai coretan "tidak mengenakkan" yang tertulis di pamflet dengan tulisan tangan seolah-olah orang yang mencoretnya sangat tersindir dengan ajakan kebaikan tersebut.
Hal yang konkret seperti ini sebenarnya lazim terjadi selama ini, sampai berani untuk mencoret-coret mading terlebih itu adalah pamflet dakwah.
Kalo dipikir-pikir kalo mereka yang melakukan itu Islam ataupun non-islam, dia gak punya hak untuk melakukan itu, karena:
1. Isi konten pamflet itu sejauh ini positif-positif aja, gak mengandung hal-hal negatif yang bisa menjatuhkan dan merugikan orang lain.
2. Mereka menempel pamflet itu dengan izin dari fakultas dan mungkin itu merupakan salah satu proker (program kerja) dari organisasi itu.
3. Dan juga mereka menempel pamflet itu dengan niat yang baik ingin menyebarkan dakwah dan ajakan kebaikan.
Kalau dilihat dari posisi manapun sepertinya gak ada kesalahan dari penempelan pamflet itu.
Ya, kalo masalah ada orang-orang tertentu terlebih lagi jika dia Islam merasa tersindir, ya gak sepatutnya dia harus mencoret-coret pamflet yang berisi ajakan tentang kebaikan sebagaimana perintah Allah S.W.T dalam Al-qur'an kan? Apalagi dengan kata-kata kasar dan tidak sopan.
jika memang merasa tersindir kenapa tidak mencoba memperbaiki diri, dan menganggap pamflet itu hanya sebuah pengingat kita yang udah lalai. Bukan malah membalasnya dengan kepala panas karena merasa tersindir. Childish.
Apalagi jika dia non-islam, sedikitpun ia gak punya hak untuk mencoret famplet itu dan mengejudge bahwa larangan pemuda pemudi islam untuk pacaran itu adalah quotes orang gak laku.
Mungkin banyak yang belum ngerti dan belum menemukan jawaban yang tepat apa alasan agama Islam melarang kita sebagai pemuda islam berhubungan tanpa ikatan perkawinan atau kata kerennya pacaran.
Allah ngelarang kita untuk pacaran itu bukan berarti melarang kita untuk mencintai atau dicintai. Namun konteksnya disini yang harus di bold tebel-tebel yaitu hubungan tanpa ikatan perkawinannya, kalo kalian udah nikah ya monggo mau melakukan apa aja.
Tapi kalo kalian belum nikah banyak hal yang harus kalian jaga terutama buat cewek. Banyak Mudharat daripada manfaatnya, banyak kasus dilapangan yang udah jadi rahasia umum anak muda terjebak dan harus menghentikan mimpi mereka karena keasyikan pacaran.
Mereka lupa sama esensi kehidupan, mereka lupa kalo mereka masih punya tanggung jawab besar sama orang tua mereka untuk menyelesaikan studi, mereka dibutakan oleh cinta, mereka tanpa sadar melenceng dan berbelok dari aturan yang seharusnya.
Mereka menganggap dunia itu hanya tentang dia dan si doi, dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan katanya.
Mereka menganggap kawin lari itu perjuangan cinta. Mereka menganggap larangan orang tua untuk menjalin hubungan adalah tantangan yang harus dihadapi. Menentang dan menganggap apa yang ia lakukan waktu itu bener.
Tapi pas keadaan berubah, ternyata cinta yang diperjuangkan mati-matian hanya fatamorgana akhirnya kembali ke orang tua. Capek deh lari-larian kalo ujung-ujungnya balik lagi.
Apa imbasnya? Orang tua malu, keluarga malu, jadi buah bibir masyarakat dan jika ia punya anak, maka anaknya yang tidak bersalahpun bisa dijadikan objek bully-an.
See? Kalo dipikirin dari akar sampe ujungnya banyak negatifnya kan? Masih bilang larangan pacaran itu quotes orang gak laku?
"Tapi aku pacaran biasa-biasa aja", biasa-biasa aja maksudnya gimana nih? Pegangan tangan biasa aja? Pelukan biasa aja? Biasa-biasa lama lama kebiasaan. Namanya manusia itu makhluk yang lemah, sekuat apapun imannya pasti pernah terperdaya syaitan, daripada kebablasan mendingan jangan dilakukan kan?
"Aku mah pacaran untuk cari motivasi, biar ada yang semangatin pas ujian, ada kawan jalan, ada yang antar jemput, ada yang ngehibur ada yang ngingetin makan, ada yang ngingetin sholat" wah pacar anda serbaguna ya mbak.
Kalo misalnya lagi ujian tapi lagi marahan sama pacar bisa jadi motivasi?, kalo cuman bilang "ayo semangat belajarnya, kamu pasti bisa" mah adek kamu disuruh juga bisa. Kalo cuman jadi tukang ojek antar jemput kan bisa pesan Gojek, cukup perut yang keroncongan yang ngingetin makan, kalo sholatnya rajin tapi pacaran mah ini namanya pacaran modusnya agama, pacarnya diingetin sholat 5 waktu tapi dianya gak sholat. Sama aja boong.
Aku tau kalian baca blog ini bukan untuk diceramahin hal-hal yang sebenarnya udah sangat kalian pahami.
Tapi blog ini ditulis hanya sebagai pengingat bagi kita yang mungkin lupa atau sedang berjalan kearah yang salah, cepat-cepatlah berbalik dan kembali ke jalan yang bener. Dan buat mereka siapapun itu yang udah mencoret pamflet itu semoga Allah memberikan hidayah dan mengampuni dosanya.
"ALLAH TU GAK BAKALAN NGECEWAIN KITA, KALO KITA DATANG PADA ALLAH, IKUTIN AJA APA YANG IA PERINTAH DAN JANGAN LAKUKAN APA YANG IA LARANG, KITA PASTI SELAMAT DIDUNIA DAN DIAKHIRAT, KARENA ALLAH ITU BAIK BANGET SAMA KITA HAMBANYA".
~Ust Hanan Attaki
Beberapa hari yang lalu aku sama teman-teman lainnya lagi bikin tugas di salah satu fakultas, setelah selesai bikin tugas kami pun pulang dan melewati sebuah mading fakultas yang dipenuhi dengan pamflet-pamflet yang berisi dakwah-an dan beberapa kata-kata sindiran kekinian yang bisa menarik perhatian orang-orang yang melintas, dilihat dari pamflet tersebut ada logo-logo organisasi tertentu yang menempel dan menyebarkannya dibeberapa titik mading di fakultas itu. Tapi bukan itu yang mau aku ceritain tetapi mengenai coretan "tidak mengenakkan" yang tertulis di pamflet dengan tulisan tangan seolah-olah orang yang mencoretnya sangat tersindir dengan ajakan kebaikan tersebut.
Hal yang konkret seperti ini sebenarnya lazim terjadi selama ini, sampai berani untuk mencoret-coret mading terlebih itu adalah pamflet dakwah.
Kalo dipikir-pikir kalo mereka yang melakukan itu Islam ataupun non-islam, dia gak punya hak untuk melakukan itu, karena:
1. Isi konten pamflet itu sejauh ini positif-positif aja, gak mengandung hal-hal negatif yang bisa menjatuhkan dan merugikan orang lain.
2. Mereka menempel pamflet itu dengan izin dari fakultas dan mungkin itu merupakan salah satu proker (program kerja) dari organisasi itu.
3. Dan juga mereka menempel pamflet itu dengan niat yang baik ingin menyebarkan dakwah dan ajakan kebaikan.
Kalau dilihat dari posisi manapun sepertinya gak ada kesalahan dari penempelan pamflet itu.
Ya, kalo masalah ada orang-orang tertentu terlebih lagi jika dia Islam merasa tersindir, ya gak sepatutnya dia harus mencoret-coret pamflet yang berisi ajakan tentang kebaikan sebagaimana perintah Allah S.W.T dalam Al-qur'an kan? Apalagi dengan kata-kata kasar dan tidak sopan.
jika memang merasa tersindir kenapa tidak mencoba memperbaiki diri, dan menganggap pamflet itu hanya sebuah pengingat kita yang udah lalai. Bukan malah membalasnya dengan kepala panas karena merasa tersindir. Childish.
Apalagi jika dia non-islam, sedikitpun ia gak punya hak untuk mencoret famplet itu dan mengejudge bahwa larangan pemuda pemudi islam untuk pacaran itu adalah quotes orang gak laku.
Mungkin banyak yang belum ngerti dan belum menemukan jawaban yang tepat apa alasan agama Islam melarang kita sebagai pemuda islam berhubungan tanpa ikatan perkawinan atau kata kerennya pacaran.
Allah ngelarang kita untuk pacaran itu bukan berarti melarang kita untuk mencintai atau dicintai. Namun konteksnya disini yang harus di bold tebel-tebel yaitu hubungan tanpa ikatan perkawinannya, kalo kalian udah nikah ya monggo mau melakukan apa aja.
Tapi kalo kalian belum nikah banyak hal yang harus kalian jaga terutama buat cewek. Banyak Mudharat daripada manfaatnya, banyak kasus dilapangan yang udah jadi rahasia umum anak muda terjebak dan harus menghentikan mimpi mereka karena keasyikan pacaran.
Mereka lupa sama esensi kehidupan, mereka lupa kalo mereka masih punya tanggung jawab besar sama orang tua mereka untuk menyelesaikan studi, mereka dibutakan oleh cinta, mereka tanpa sadar melenceng dan berbelok dari aturan yang seharusnya.
Mereka menganggap dunia itu hanya tentang dia dan si doi, dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kebahagiaan katanya.
Mereka menganggap kawin lari itu perjuangan cinta. Mereka menganggap larangan orang tua untuk menjalin hubungan adalah tantangan yang harus dihadapi. Menentang dan menganggap apa yang ia lakukan waktu itu bener.
Tapi pas keadaan berubah, ternyata cinta yang diperjuangkan mati-matian hanya fatamorgana akhirnya kembali ke orang tua. Capek deh lari-larian kalo ujung-ujungnya balik lagi.
Apa imbasnya? Orang tua malu, keluarga malu, jadi buah bibir masyarakat dan jika ia punya anak, maka anaknya yang tidak bersalahpun bisa dijadikan objek bully-an.
See? Kalo dipikirin dari akar sampe ujungnya banyak negatifnya kan? Masih bilang larangan pacaran itu quotes orang gak laku?
"Tapi aku pacaran biasa-biasa aja", biasa-biasa aja maksudnya gimana nih? Pegangan tangan biasa aja? Pelukan biasa aja? Biasa-biasa lama lama kebiasaan. Namanya manusia itu makhluk yang lemah, sekuat apapun imannya pasti pernah terperdaya syaitan, daripada kebablasan mendingan jangan dilakukan kan?
"Aku mah pacaran untuk cari motivasi, biar ada yang semangatin pas ujian, ada kawan jalan, ada yang antar jemput, ada yang ngehibur ada yang ngingetin makan, ada yang ngingetin sholat" wah pacar anda serbaguna ya mbak.
Kalo misalnya lagi ujian tapi lagi marahan sama pacar bisa jadi motivasi?, kalo cuman bilang "ayo semangat belajarnya, kamu pasti bisa" mah adek kamu disuruh juga bisa. Kalo cuman jadi tukang ojek antar jemput kan bisa pesan Gojek, cukup perut yang keroncongan yang ngingetin makan, kalo sholatnya rajin tapi pacaran mah ini namanya pacaran modusnya agama, pacarnya diingetin sholat 5 waktu tapi dianya gak sholat. Sama aja boong.
Aku tau kalian baca blog ini bukan untuk diceramahin hal-hal yang sebenarnya udah sangat kalian pahami.
Tapi blog ini ditulis hanya sebagai pengingat bagi kita yang mungkin lupa atau sedang berjalan kearah yang salah, cepat-cepatlah berbalik dan kembali ke jalan yang bener. Dan buat mereka siapapun itu yang udah mencoret pamflet itu semoga Allah memberikan hidayah dan mengampuni dosanya.
"ALLAH TU GAK BAKALAN NGECEWAIN KITA, KALO KITA DATANG PADA ALLAH, IKUTIN AJA APA YANG IA PERINTAH DAN JANGAN LAKUKAN APA YANG IA LARANG, KITA PASTI SELAMAT DIDUNIA DAN DIAKHIRAT, KARENA ALLAH ITU BAIK BANGET SAMA KITA HAMBANYA".
~Ust Hanan Attaki

