Curhat di Internet

Pernah merasa nyaman pada sesuatu? Dan kamu baru menyadarinya, padahal dia sudah bersamamu dan selalu denganmu sejak engkau lahir?

Aku menemukannya.

Awalnya dimulai saat banyak pertanyaan tentang esensi kehidupan yang telah berdebu dan menumpuk dibatinku. Banyak pertanyaan yang timbul seiring aku hidup dan menikmati kehidupan tapi aku tak bisa menemukan jawabannya.

"Manusia yang baik itu seperti apa?"
"Dalam menjalani kehidupan aku harus menjadi orang yang seperti apa?"
"Disaat situasi sulit dan saat aku berada dalam pilihan yang rumit, aku harus menuju kemana?"

Pertanyaan itu sering banget muncul dan membuat aku memutar otak untuk mencari jawaban yang tepat. aku dulu kayak gak punya pegangan, gak punya pedoman, kayak berada dalam jalan yang semuanya itu gelap gulita, aku gak tau apa yang ada didepan ataupun dibelakangku. Apa sesuatu itu baik atau buruk untukku.

Saat itu aku krisis mental, dan memaksa diri mencari karakter diri sendiri, mungkin selama ini aku selalu berada di comfort zone, dimana aku merasa nyaman dan takut menghadapi dunia luar. Aku sibuk mengisolasi diri sendiri dan berharap keadaan dan kehidupan aku bakalan statis sehingga aku gak harus ngeluarin effort yang besar untuk berusaha dan menyesuaikan diri. Aku merasa takut jika suatu saat nanti aku harus memilih dan berdiri diatas pilihanku sendiri, karena aku takut pilihan yang aku pilih dan yang aku rasa benar ternyata salah adanya. Ketakutan semacam ini sering membuat aku bingung dan merasa tak ada satupun yang peduli, aku merasa semua orang sibuk sama urusan mereka masing-masing dan gak peduli sama hidup orang lain yang butuh tuntunan.

Aku sering merasa salah dan menyesal jika sudah memilih sesuatu, aku sering merasakan kenyataan pahit yang harus aku terima karena pilihanku sendiri. Aku berusaha menjadi orang lain, menjalani kehidupan seperti orang lain, mengcopy mereka seolah aku adalah bayangan mereka, tapi lambat laun aku terhambat dan sadar aku gak bisa seperti mereka dan aku bukanlah mereka. Aku merasa seperti berada di adegan saat Nabi Ibrahim yang selalu bertanya dan mencari siapa itu "Tuhan", bedanya aku bertanya dan selalu mencari siapa sebenarnya "Aku"? Apa yang harus aku lakukan?. Semua jalan buntu.

Sampai titik dimana aku dipertemukan dengan setitik cahaya yang disebut Hidayah. Ternyata Allah SWT itu baik, dia menuntun hambanya yang buta, menuntun hambanya yang bingung.

Namun perantara dan jalannya itu keren banget menurut aku, jalan yang gak kebayang sama sekali. Bermula sejak tidak sengaja menemukan video dakwah di Instagram, awalnya aku memandang dakwah is boring dan aku merasa mereka terlalu terobsesi, aku menganggap bahwa masalah agama itu gak harus diumbar-umbar, cukup kita sama Allah aja yang tau. Tapi semakin kesini-kesini aku mulai istiqomahin denger dakwah via Youtube, Ust favorite aku yaitu Ust Hanan attaki yang namanya tengah melejit di jagat dunia sosmed sekarang.
Setelah banyak mendengar dakwah dari video-video Youtube itu, banyak hal yang aku temukan, banyak pertanyaan buntu yang aku pertanyakan terjawab. Jalan gelap yang aku laluin itu ternyata terang, banyak petunjuk disitu, banyak tips bahkan tutorial dan contoh yang baik disitu, mungkin aku aja yang selama ini gak sadar serta menutup kedua mata dan telinga tapi tetap merasa berada dijalan yang benar. Naudzubillah.

Aku menemukannya, cahaya itu yang kucari ternyata dia sudah disisiku sejak dulu, tapi karena hatiku tertutup, aku terlambat menyadarinya. Aku bersyukur mendapat Hidayah yang sungguh indah, dan bisa berhijrah dan mulai mengubah hal yang seharusnya diubah.

Dari curhatan diatas semoga bisa menjadi salah satu dari sekian ribunya inspirasi untuk tetap mencari hidayah, karena menurut aku hidayah itu harus dijemput bukan cuman ditunggu doang.
Allah selalu kasih jalan dan buka pintu hidayah selebar-lebarnya untuk kita yang selalu mencari hidayah dan ridho-Nya.

Selalu istiqomah Pemuda Indonesia.



0 Comentarios

Follow Me On Instagram