Pada akhirnya aku memilih diriku


Hi ketemu lagi denganku dengan perasaan dan pikiran yang bergelut dikepala, semakin dewasa semakin gak bisa sepi ni kepala. ada aja yang mau dipikirin, penuh, sesak.


Akhir-akhir ini ada perasaan yang aneh dan absurd sekali, yang beberapa kali tubuh dan perasaan kasih sinyal dan tanda-tanda dan belum jelas aku tangkap. entah ini benar atau hanya bagian dari ke-over thinkingan ku yang semakin parah.

ini tentang validasi diri, entah pah rasanya ada perasaan yang tertahan, rasanya ada perasaan yang nyangkut jauh di bawah dada ini. saat value atau rasa harga diriku diusik atau disenggol sedikit sama orang lain. akutu akhir-akhir ini sering beracting berlebihan rasanya berbeda saja dengan diriku yang dulu. yang sering diam saja saat disenggol, ngoyo saja dan mangut-mangut saja walaupun udah disakitin.


tapi sekarang tu gak terima banget kalau ada orang yang tiba-tiba nyenggol, tiba-tiba tag di grup, tiba-tiba marah tanpa konteks ke aku, menjadikan aku opsi terakhir untuk disalahkan, like aku gak terima sekali rasanya, aku gak mau diam dan terima saja.


akutu bingung kayak, is it normal? karna rasanya berbeda aja dengan diriku biasanya yang selalu mengalah, sabar dan terima-terima aja walaupun gak tau aku salah atau tidak.


but, at the same time ada sedikit ketakutan didalam diri ini, dimana aku takut banget jadi orang yang keras kepala dan mau menang sendiri, aku takut menjadi orang yang tidak mau menerima kritik dan saran, aku takut menjadi orang yang selalu membela diri walaupun dirinya memang salah.


ya, sama seperti diriku dulu yang bermental victim, yang selalu merasa diri sendiri adalah korban dari hidup ini.


I think I dont wanna be like that anymore, tapi semoga saja dengan gejolak yang besar dan mau speak up membela diri, berdiri untuk diri-sendiri dan gak selalu bilang maaf aja, bisa membuat aku menjadi orang yang lebih baik lagi.


kemarin di tempat magangku ada seorang laki-laki yang tag aku dengan seorang lelaki yang cukup gimana ya bilang nya di lingkungan magang itu, seolah-olah mereka men cie-cie kan aku dengan si cowo itu, trus aku merasa tidak terima dong, aku merasa kok mereka kayak gitu ya, kayak rendah banget harga diri aku dibuat di circle tersebut. Aku bukan baper atau gimana cuman aku muak aja setiap circle selalu aja kayak gitu. dan aku melakukan hal yang sebelumnya gak pernah aku lakukan, hal yang menurutku cukup keren untuk seorang irma melakukannya.


aku japri itu cowok yang tag aku dan lelaki tadi, aku luapkan semua, aku bilang aku gak suka dan aku gak nyaman. aku bilang kalau itu bercanda itu gak lucu sama sekali untuk aku. dan konteksnya kita bekerja profesional, kalau udah ada yang kayak gitu pasti aku udah merasa aneh untuk magang lagi. hal yang seharusnya biasa akan menjadi absurd dan kikuk, plis jangan normalisasikan hal ini. karna ini gak enak banget jadi korbannya. dan itu udah masuk ke konteks pembully -an yang katanya gak suka bully-bully eh kok jadi pelakunyaa.


and guess what apa yg aku rasakan setelah itu? aku merasa lega dan bangga, karna aku bisa bela diri, aku gak diam aja saat diinjak, saat diremehkan, aku gak mau biarin aja. mulai sekrang siapapun itu yang mau menargetkan aku dalam konteks aku gak salah yaa. aku akan bela diri, aku gak mau diam lagi. hanya untuk menjaga perasaan orang lain. karna kebanyakan orang lain gak pernah ngejaga perasaan kita sih. soooooo,,, just do what you think a good think to do.. seperti ceritaku hari ini... 

0 Comentarios

Follow Me On Instagram