![]() |
Photo by Vladislav Babienko on Unsplash |
Mengambil keputusan adakalanya menjadi dilema paling besar bagi seseorang. Buat mutusin sesuatu yang simple seperti mau makan apa hari ini, mau pake baju apa, atau sekedar mau nongkrong dimana bisa jadi keputusan yang mesti masuk dalam penyaringan dan penimbangan. Apalagi keputusan besar yang nantinya akan berpengaruh pada masa depan kita sendiri, wah bakalan lama dan penuh pertimbangan mikirnya jangan lupa juga harus pakai sholat istikharah biar Allah SWT senantiasa membantu kita memilih pilihan yang tepat kan.
Namun adakalanya saat semua terasa sudah dilakukan namun masih nyangkut dan galau juga dengan keputusan itu, udah minta pendapat sana-sini masih aja bimbang seakan semua pilihan yang ada sama-sama baik atau buruk. Well, ini bisa galau sampe ubun-ubun mikirnya, lagi makan kepikiran, lagi mandi masih kebayang, bahkan lagi sholat masih kepikiran juga.
Itu artinya keputusan itu adalah keputusan besar dihidup kita.
Didunia ini memang penuh dengan keabu-abuan. Gak ada rambu-rambu yang jelas, jalan mana yang benar dan yang salah. Kalo kata induk aku "kita itu bisa jadi apa aja, kekiri bisa kenanan pun bisa, semua keputusan ada pada kita sendiri".
Mau jadi orang baik silahkan ikuti semua yang menurut kamu baik, mau jadi orang jahat pun silahkan lakukan semua hal sesukamu tanpa mikirin baik dan buruknya. Semau kamu aja, gak akan ada yang bisa ngalangin walaupun orang tua kamu sekalipun. Karna itu toh hidup kamu, mereka cuman nganjurin hal yang menurut mereka benar karna kan mereka sudah lebih lama hidup daripada kamu.
Tapi semua kendali sepenuhnya ada di tanganmu.
Meski masa depan gak ada yang tau, tapi yang pasti masa depan adalah hasil dari pupuk yang kita tanam hari ini, ya kan?
Contoh sederhananya gini, kamu tuh pengen banget bisa ngomong cas cis cus kayak native speaker, jadi tiap hari kamu latihan, nambah vocabularies, belajar grammar, belajar speaking, nah gak mungkin kan 2-3 tahun kedepan kamu fasih bahasa Prancis? pastinya kamu akan jadi ahli dalam Bahasa Inggris kan. Nah begitu juga konsep masa depan ini. Kamu dimasa depan adalah apa yang kamu persiapkan hari ini.
Kembali pada keputusan besar yang ingin kita ambil, aku tau itu tidak semudah ngomongnya aja. Pasti banyak hal yang harus dipikirkan ditambah keputusan itu akan melibatkan banyak orang dikehidupan kamu.
Tapi gimana lagi, kita gak bisa jadi semuanya, semua hal yang kita inginkan harus berbanding lurus dengan semua hal yang kita korbankan, berani menginginkan harus berani pula mengorbankan.
Contoh lagi nih, kamu pengen banget kerja diperusahaan besar tapi sayangnya kamu lagi kampung halaman nih, dan pastinya disana gak ada perusahaan yang seperti kamu inginkan, logikanya kamu akan cari daerah perkotaan atau daerah lain yang punya perusahaan besar yang bisa jadi goal life kamu. Tapi disisi lain, kamu udah nyaman banget di kampung, semuanya serba ada, makan dimasakin, baju di cuciin, pokonya nyaman banget deh. Kalau mau merantau nanti musti semuanya sendiri.
Nah mau gak mau kalau kamu tetap ingin mengejar mimpi kamu harus mengorbankan kenyamanan itu, walaupun kamu gak tau akhirnya kamu keterima atau enggak diperusahaan impian kamu, atau bahkan kamu harus susah-susah dulu kerja lain karna belum bisa keterima, itu resiko besar dan musti dipikirin banget sebelum kamu mengambil keputusan.
Tapi setiap keputusan itu akan nge lead kita ke hal yang beda-beda, walau beda tapi pasti akan ada pembelajaran yang kita dapatkan, entah itu belajar berani atau belajar dari kesalahan.
Karna seperti yang udah aku bilang, gak ada rambu-rambu jelas didunia tentang benar atau salahnya mengambil keputusan, semuanya terlalu abu-abu. Hanya tergantung mimpi dan keberanian aja. Toh semuanya akan jadi pelajaran dan akan membentuk karakter kita jadi lebih baik.
Gitu aja, bye.
