![]() |
| By Timon Studler on Unsplash |
standard-standard yang seharusnya tidak penting namun harus dilakukan. Demi terlihat "normal" kata mereka.
Well, dunia memang sudah berjalan seperti ini dari sebelum aku lahir. Hidupmu akan punya ukuran ideal dimata manusia. "Menikah itu jangan tua-tua, nanti susah punya anak", "Eh, sarjana itu harus kerja yang mapan juga, jangan mau dikasih gaji kecil", "Kesuksesan setiap orang bisa dilihat saat dia berumur 30, kalau belum sukses umur segitu, ya berarti gak sukses", dan banyak hal lain yang terlalu dinormalkan oleh manusia.
Pertanyaannya, jika hal itu tidak terjadi pada nasib seorang manusia, apakah kita harus mencap dia sebagai manusia gagal?, aku tau jawabannya tidak, karena semua manusia punya waktunya masing-masing.
Mirisnya perlakuan manusia tidak sebaik itu, mereka dengan mudah melabeli seseorang jika tidak sesuai dengan standard ideal. Dan ujung-ujungnya akan di gosipkan, dijadikan contoh buruk, atau dipandang sebelah mata. bahasa gaulnya "udah gak di-respect lagi".
Karena sering capek dengan perlakuan manusia seperti itu, aku sering memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan manusia pembawa toxic sejenis itu. Aku merasa lebih nyaman dan menjadi diri-sendiri saat sendiri, atau hanya dengan orang-orang terdekat yang dipercayai.
Bukan anti sosial, tapi ingin mengurangi aura negatif dari teman yang tidak worth it.
lebih baik punya teman sedikit tapi worth it. ya gak sih?
Karena dunia terlalu singkat untuk menjadi seperti kata mereka, dengarkan hatimu dan bahagialah!
-sampai jumpa dihidupmu yang lebih bahagia

0 Comentarios