Kenapa ada pilihan diatas dunia ini? Pertanyaan klise yang terlontar dari mulutku waktu itu.
Semua orang bisa ngejawab pertanyaan itu dan bisa menyampaikan panjang lebar alasan dari pandangan mereka masing-masing.
But i don't care! Why?
Karena aku ngerasa pilihan itu selalu membuat semua orang bingung, dilema, kepikiran dan Worthy sama pilihan mereka walaupun gak bisa dipungkirin juga banyak yang sangat yakin dengan pilihan mereka masing-masing.
Tapi bagi aku Pilihan itu adalah suatu hal yang sulit karena kalo biasanya kita dihadapin dengan beberapa pilihan pasti di setiap pilihan itu selalu ada kekurangan dan kelebihannya. Dititik ini nih pilihan itu jadi gak penting, karena toh semuanya jadi sama, dan semua orang tinggal bilang 'jalanin aja!'
Kalo ujung-ujungnya cuman itu, kenapa pusing-pusing menentukan pilihan? dan kenapa harus ada pilihan?
Ya, gak bisa dipungkirin juga aku termasuk orang yang gak bisa memilih, karena kalo aku dihadapin beberapa pilihan aku selalu cari kelebihan dan kekurangannya, dan jawabannya selalu sama, semua pasti ada kelebihan dan ada kekurangannya masing-masing, dan kesimpulannya sama aja ujung-ujungnya, it's too boring.
Karena gak mau terlarut dalam kegalauan itu akhirnya aku cari penyelesaian lain, at least nanti aku bisa pilih option yang lebih baik walaupun mungkin tetap ada kekurangannya tapi porsinya disini 'terbaik untuk aku secara personal'.
Akhirnya Sholat istiqoroh jadi pilihanku, menurutku ini cara yang ampuh. At least Allah itu adil, disaat dunia bikin berbagai macam pilihan pada setiap kehidupan manusia tapi Allah selalu punya penawar yang keren. Di islam Allah udah kasih wadah dan tempat untuk umatnya yang bingung dan dilema karena sedang dihadapi dengan pilihan, Allah kasih kita tempat untuk berkeluh kesah kapan aja kita mau, coba deh kalo dipikir-pikir siapa juga yang mau denger curhatan orang lain yang gak penting dan gak ngasih keuntungan apa-apa untuk pendengarnya, palingan mereka mikir 'aku juga punya kehidupan, dan gak ada waktu buat denger curhatan gak penting', untuk ngedenger curhatan aja mereka gak mau, boro-boro mau nolong.
Disitu Allah membuka jalan dan opsi lain untuk berkeluh kesah padanya, atau at least selesai sholat kita bisa lega dan tenang dan gak sedramatis sebelumnya.
Ingat cerita orang yang gak percaya sama tukang cukur? Terjadilah percakapan antara tukang cukur dan seorang pelanggan di sebuah Barber shop Si tukang cukur mengatakan 'aku tak percaya Tuhan itu ada, jika Tuhan itu ada kenapa masih banyak orang yang miskin dan meminta-minta dijalanan' lalu si pelanggan berpikir sejenak dan menjawab 'aku juga tidak percaya Tukang Cukur itu ada', 'kenapa kau bisa berpikiran seperti itu, buktinya aku adalah seorang tukang cukur?', jawab tukang cukur. 'kalau Tukang Cukur itu ada kenapa banyak orang yang rambutnya masih gondrong dan tak terurus diluar sana? Tanya si pelanggan. Lalu si Tukang Cukur menjawab 'ya, salah sendiri siapa suruh tidak datang padaku?'. that's a simple story right? , but it has a big meaning for me, how about you?
Semua orang bisa ngejawab pertanyaan itu dan bisa menyampaikan panjang lebar alasan dari pandangan mereka masing-masing.
But i don't care! Why?
Karena aku ngerasa pilihan itu selalu membuat semua orang bingung, dilema, kepikiran dan Worthy sama pilihan mereka walaupun gak bisa dipungkirin juga banyak yang sangat yakin dengan pilihan mereka masing-masing.
Tapi bagi aku Pilihan itu adalah suatu hal yang sulit karena kalo biasanya kita dihadapin dengan beberapa pilihan pasti di setiap pilihan itu selalu ada kekurangan dan kelebihannya. Dititik ini nih pilihan itu jadi gak penting, karena toh semuanya jadi sama, dan semua orang tinggal bilang 'jalanin aja!'
Kalo ujung-ujungnya cuman itu, kenapa pusing-pusing menentukan pilihan? dan kenapa harus ada pilihan?
Ya, gak bisa dipungkirin juga aku termasuk orang yang gak bisa memilih, karena kalo aku dihadapin beberapa pilihan aku selalu cari kelebihan dan kekurangannya, dan jawabannya selalu sama, semua pasti ada kelebihan dan ada kekurangannya masing-masing, dan kesimpulannya sama aja ujung-ujungnya, it's too boring.
Karena gak mau terlarut dalam kegalauan itu akhirnya aku cari penyelesaian lain, at least nanti aku bisa pilih option yang lebih baik walaupun mungkin tetap ada kekurangannya tapi porsinya disini 'terbaik untuk aku secara personal'.
Akhirnya Sholat istiqoroh jadi pilihanku, menurutku ini cara yang ampuh. At least Allah itu adil, disaat dunia bikin berbagai macam pilihan pada setiap kehidupan manusia tapi Allah selalu punya penawar yang keren. Di islam Allah udah kasih wadah dan tempat untuk umatnya yang bingung dan dilema karena sedang dihadapi dengan pilihan, Allah kasih kita tempat untuk berkeluh kesah kapan aja kita mau, coba deh kalo dipikir-pikir siapa juga yang mau denger curhatan orang lain yang gak penting dan gak ngasih keuntungan apa-apa untuk pendengarnya, palingan mereka mikir 'aku juga punya kehidupan, dan gak ada waktu buat denger curhatan gak penting', untuk ngedenger curhatan aja mereka gak mau, boro-boro mau nolong.
Disitu Allah membuka jalan dan opsi lain untuk berkeluh kesah padanya, atau at least selesai sholat kita bisa lega dan tenang dan gak sedramatis sebelumnya.
Ingat cerita orang yang gak percaya sama tukang cukur? Terjadilah percakapan antara tukang cukur dan seorang pelanggan di sebuah Barber shop Si tukang cukur mengatakan 'aku tak percaya Tuhan itu ada, jika Tuhan itu ada kenapa masih banyak orang yang miskin dan meminta-minta dijalanan' lalu si pelanggan berpikir sejenak dan menjawab 'aku juga tidak percaya Tukang Cukur itu ada', 'kenapa kau bisa berpikiran seperti itu, buktinya aku adalah seorang tukang cukur?', jawab tukang cukur. 'kalau Tukang Cukur itu ada kenapa banyak orang yang rambutnya masih gondrong dan tak terurus diluar sana? Tanya si pelanggan. Lalu si Tukang Cukur menjawab 'ya, salah sendiri siapa suruh tidak datang padaku?'. that's a simple story right? , but it has a big meaning for me, how about you?