Hujan!


19 Januari 2017

Hari ini sudah jauh dari tahun baru, sehingga nuansa tahun baru sudah tidak terasa lagi

Aku berangkat ke Jambi kira-kira 12 hari yang lalu dan selama itu pula aku tinggal di kos sendirian,

Yang ku ingat telah terjadi dua kali hujan besar selama aku disini termasuk hari ini jam 2:33pm.

Awalnya aku tengah asyik streaming Youtube dan baru tersadar keadaan sudah gelap, padahal jam baru menunjuk 14.30.

Lalu kubuka tirai kamarku, langit sudah gelap dengan awan hitam
Yang mana artinya hujan sudah siap-siap turun dan membasahi tanah Jambi
Angin kencang mampu membuat pohon-pohon bergoyang dan kebasahan.
Aku disini menatap tetes-tetes hujan turun dari atap depan kamar kosku

Semua tampak dingin, termasuk ayam-ayam yang memang sedari tadi mencari makan, mulai meneduh dibawah rumah orang-orang yang sekiranya tidak terkena air hujan
Aku tak bisa bayangkan rasanya diluar dengan hujan selebat ini.

Tak bisa kubayangkan berada diluar dalam keadaan seperti ini
Sekarang semua orang pasti sedang berada dalam selimut hangat mereka masing-masing sambil menunggu hujan reda atau sudah ketiduran?

Guntur-guntur berulang kali terdengar membuat suasana semakin mencekam
diikuti dengan kilat sehingga menambah ketakutan
Hujan mengalir deras
Menghanyutkan semua sampah yang bertebaran di depan rumah dan disekelilingnya.

Seorang lelaki paruh baya keluar dari rumahnya
Aku bisa melihatnya dengan jelas karena rumah bapak itu tepat didepan kos ku
Dia keluar rumah dengan membawa cangkul
Apa yang ia lakukan?
Ya dia mencangkul tanah yang tergenang oleh air, menyeret semua sampah yang mengakibatkan arus air didepan rumahnya tergenang.

Rumah itu memang rumah yang rendah apalagi didepan rumah itu hanyalah tanah sehingga saat hujan air bisa mengalir deras hingga memasuki rumah kecil itu.

Ia kewalahan menghadapinya
Dan terus mencangkul sampah dan tanah yang kiranya menghambat didepan rumahnya.

Sesekali kilat yang menakutkan dan guntur menyambar terdengar
Sehingga sekali-kali ia harus berhenti dan menepi kesamping rumahnya karena takut.

Air semakin deras mengalir kedalam rumahnya, istrinya ikut menolong dengan sesekali menyapu air yang masuk kerumah.
2 anak perempuannya keluar mengenakan payung
Aku juga tidak tau kemana meraka hendak menuju.

Hujan ini semakin lama semakin reda, namun ia memainkan ritme naik turun, sesekali lebat dan tiba tiba reda, tapi setidaknya dengan begitu air sedikit surut dan juga air yang masuk kedalam rumah bapak itu.

Ia terus berjaga didepan rumah dengan tatapan nanar
melihat kondisi air dan siaga tiap kali ada hambatan
Bapak itu terlihat sangat lelah
sekujur tubuhnya basah menghadapi hujan yang hampir membanjiri rumahnya
Ia bekerja dan berjuang tanpa alas kaki namun istrinya selalu menemani dan sesekali tetap menyapu sisa-sisa air dilantai rumahnya

Beruntungnya aku..
Dikeadaan seperti ini, hujan dan guntur yanh berkecamuk, aku bisa berada dikamarku dengan selimut tebalku yang hangat
Aku bisa berbaring dengan hangat tanpa khawatir air hujan masuk kedalam kamar dan kos ku..
Aku bersyukur ya Allah, kau beri yang terbaik untukku
walaupun ku sering berprasangka buruk dan tidak mensyukuri apa yang Engkau berikan padaku.
Kudoakan juga untuk Bapak itu semoga Allah selalu memberi ia kesabaran dan ketabahan dalam menjalani kehidupan, entah apa yang didepan itu semua rahasia tuhan kita sebagai manusia hanya perlu berusaha dan berdoa serta menjalaninya saja, saya mendoakan bapak dan sekeluarga selalu berada dibawah lindungan Allah S.W.T, dan diberikan rizki yang halal selalu. Amin.

0 Comentarios

Follow Me On Instagram