![]() |
| By sifa diratama on unsplash |
haha opening yang absurd cukup menambah keabsurd-an tulisan ini ya, dilihat dari judulnya, penulis ini udah mulai berani menulis kisah asmara yang tidak lepas dari kehidupan kita sebagai manusia biasa dan tak seberapa ini.
Well, beda dengan tulisan tentang percintaan lainnya, yang selalu mendewakan kisah romantis bersama pacarnya, dan selalu meratapi kisah hidup para jomblo yang belum bahagia, kayak jomblo itu terhina banget gitu kan ya? lanjuut.
Tulisan ini ditulis setelah menonton 'video baper' di youtube yang berisikan 2 insan saling berpadu padan (red:alay) ditambah komentator dibawahnya yang tambah menghina para jomblo yang nonton video itu, bayangin gak pas aku nonton video itu rasanya hati hampa dan merana karena begitu romantis dan alaynya mereka, setelah scroll kebawah muncul komentar suci seperti "yang jomblo pasti cuman bisa nonton, pegi aja lu" atau "yang jomblo jangan sok2an nonton dah, kayak pernah ngerasain aja", Ya Tuhan apa salah dan dosaku sebagai seorang jomblo? (teriak batinku), apa aku sehina itu? Ya Tuhan jadikan aku alay seperti mereka, bisa bermain ditepi pantai, menikmati senja, berdua (Astagfirullah)
Paragraf diatas itu hanya rekayasa ya, itu saya buat-buat aja, iya beneran saya karang-karang aja, saya gak gitu, bener.
Gini ya para pembully setia jomblo, setiap makhluk itu diciptakan berpasang-pasangan, langit punya bumi pasanganya, siang punya malam, matahari punya rembulan, aku belum punya kamu (eh).
Jadi, permasalahannya bukan jomblo atau berpasang tapi waktu yang tepat dipertemukan.
Kita punya keadaan yang siap dipertemukan, dan menjalin hubungan, bukan masalah banyaknya para mantan. Toh masa lalu hanya akan menambah cerita dan luka dan juga menghabiskan massa yang bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat.
Aku setuju banget dengan kata yang mengatakan bahwa "sibukkan dirimu untuk memperbaiki diri" karena sejatinya manusia dilahirkan tanpa mengetahui apa-apa, seiring tumbuh dan berkembang, ia belajar banyak hal mengetahui banyak hal pula, namun itu tidak akan cukup jika ia berhenti belajar dan berhenti memperbaiki diri.
Gini.. gini.. menurutmu mana yang lebih indah, berpasang setelah itu baru mapan dan memperbaiki diri atau memperbaiki diri dan mapan dulu baru berpasang? kalau aku sih lebih memilih pilihan kedua. ya, aku gak maksa kamu untuk setuju juga sih, it's just my opinion.
well, bukan bermaksud mau show off kalau aku jomblo dan selalu bahagia, gak juga teman-teman, karena kadangkala jomblo sedih saat tak ada bahu untuk bersandar, dan yang berpasang ada juga yang sedih karena sandaran bahunya kurang nyaman.
jomblo atau berpasang, bukan selalu tentang mana yang lebih baik atau lebih bahagia, tapi tentang kapan waktu yang tepat bersama orang yang tepat pula (red:jodoh)
well, bukan bermaksud mau show off kalau aku jomblo dan selalu bahagia, gak juga teman-teman, karena kadangkala jomblo sedih saat tak ada bahu untuk bersandar, dan yang berpasang ada juga yang sedih karena sandaran bahunya kurang nyaman.
jomblo atau berpasang, bukan selalu tentang mana yang lebih baik atau lebih bahagia, tapi tentang kapan waktu yang tepat bersama orang yang tepat pula (red:jodoh)
