Bank Indonesia Scholarship Experience + Tips & Tricks

1 bulan gak nulis di blog ini rasanya baru seminggu hehe.
udah lama pengen nulis experience ini tapi gak tau kapan, akhirnya nyempetin waktu untuk nulis walaupun ditengah malam (padahal malam-malam biasanya nonton drakor sampe subuh).

Kata "Beasiswa" kadang menjadi dilema tersendiri buat aku, banyak drama yang terjadi sepanjang apply beberapa beasiswa di Universitasku , banyak hal-hal yang buat semangat pas informasi beasiswa buka, dan banyak hal-hal yang buat aku sedih pas announcement beasiswa yang ternyata aku belum lulus dan belum bisa dapat beasiswa untuk sekedar membantu orang tua meringankan biaya kuliah.

My first Sholarship that i apply was Bidik Misi yang memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang kurang mampu agar mereka dapat tetap melanjutkan pendidikan dan mimpi mereka dan juga agar mereka tidak terhambat karena himpitan ekonomi, namun banyak hal yang terjadi dilapangan tidak sesuai sebagaimana yang dirancang oleh pemerintah, dari survey yang aku temukan selama kuliah, banyak mahasiswa yang seharusnya worth it untuk ngedapatin beasiswa namun belum bisa mendapatkannya. tapi sebaliknya, tidak sedikit mahasiswa yang seharusnya masih mampu baik segi ekonomi juga pekerjaan orang tua mereka untuk membiayai perkuliahan malah diberikan fasilitas dan tunjangan berupa beasiswa ini, aku gak tau siapa sebenarnya yang harus disalahkan apakah pemerintahnya ataukah oknum-oknum yang ditugaskan untuk menangani dan menghandlenya, i don't know. Long story short, i didn't get the scholarship. oke aku terima aja waktu itu, kata-kata "mungkin belum rezeki" banyak terdengar kala itu.

Semester 3 aku apply lagi beasiswa Tanoto Foundation, aku dapat banyak pengalaman ketika tes beasiswa ini, dikarenakan beasiswa Tanoto ini adalah salah satu beasiswa yang cukup rumit untuk di apply, di beasiswa ini terdapat 3 tahap seleksi yang harus dilewati sebelum menjadi Scholars, yang pertama seleksi bahan, kedua Tes Psikotest, dan yang terakhir wawancara, aku cukup kewalahan pas apply beasiswa ini, karena waktu itu adalah pertama kali aku ikut tes Psikotest dan ternyata......
honestly, i am not good at mathematics. karena most of questions was berhitung. akhirnya ketebak, aku gak lulus psikotest, pupus sudah harapan untuk dapat beasiswa.

Ditengah kegalauan akut akibat gak lulus-lulus beasiswa, aku dapat info dari temen yang juga penerima beasiswa mengenai Beasiswa Bank Indonesia, awalnya aku juga pernah denger tentang beasiswa ini dibeberapa seminar beasiswa tapi aku krisis informasi mengenai jadwal pembukaan beasisawa, sehingga tak jarang aku baru tau waktu beasiswanya udah tutup, sedih ye!

Beasiswa Bank Indonesia adalah beasiswa keren yang ditawarkan Bank Indonesia untuk Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di setiap Provinsi di Indonesia. awalnya i didn't have any information about this scholarship. jadi, setelah dapet informasi langsung aja coba-coba apply dan masukin bahan sesuai dengan persyaratan yang diminta, saat itu banyak temen aku juga yang ikut apply beasiswa Bank Indonesia ini, jujur aja saat itu aku gak punya ekspetasi yang tinggi mengenai beasiswa ini. seriously, nothing, satu minggu kemudian siang-siang dikirimin temen kalo aku lulus bahan beasiswa Bank Indonesia bersama 2 temen lainnya yang satu fakultas, cukup kaget waktu itu. aku gak merasa terlalu puas dan berkilah "kan masih ada tes wawancaranya" sama orang-orang yang mau kasih selamat.

3 hari kemudian kami diinformasikan untuk mengikuti tes wawancara di Bank Indonesia Cabang Jambi jam 9 dengan membawa almamater, alat tulis, dan memakai sepatu. aku pikir yaa mungkin bakalan diwawancara biasa aja kayak interview kerja. akhirnya kami pergi 10 menit sebelum acara dimulai (kedisiplinan waktu juga dinilai didalam interview ini), karena pertama kali itu aku mengunjungi dan masuk ke Bank Indonesia, banyak hal yang berbeda dari kantor lainnya, security mereka keren banget, mereka mengecek semua yang kita bawa sebelum masuk kedalam (kayak di Airport).

sebelum kami memasuki ruangan untuk interview, kami diberi satu lembar questions yang harus dijawab mengenai apa skills yang kamu punya, apa kesuksesan terbesar yang pernah kamu rasakan, seperti pertanyaan psikotest biasanya, juga kita ditunjukkan beberapa gambar pohon dan kita harus memilihnya. kami juga langsung diberi cemilan untuk sarapan sembari menunggu giliran, disitu aku bisa lihat bahwa pelayanan mereka memang bagus walaupun hanya sekedar untuk mahasiswa yang test interview.

akhirnya kami dipersilahkan masuk bersama 9 mahasiswa lainnya, perlu diketahui bahwa test yang diterapkan yaitu per-tim biasanya 8-10 orang. pada waktu itu ada 2 juri yang menginterview kami, tampang mereka cukup selektif sehingga ngebuat aku sedikit nervous. nah, pertama kali kita diberi kesempatan untuk mengajukan diri siapa yang mau duluan di interview (kalau kamu merasa percaya diri untuk speak up duluan akan menambah poin kamu untuk lulus), 

Setelah itu kita dipersilahkan untuk memperkenalkan diri (bicaralah senatural mungkin, be yourself, kalau kamu adalah tipe grogian untuk speak up, cobalah untuk mengarahkan pembicaraan kepada hal yang benar-benar kamu kuasai at least bisa ngurangin grogi kamu). 

Lalu, kita akan ditanya mengenai skills/bakat apa yang kita miliki dan bisa kita share sama anak-anak GenBI (nama komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia) lainnya. waktu itu aku di test bahasa inggris dan juga puisi. (tips untuk step ini yaitu kamu harus show up semua yang kamu bisa, entah itu nyanyi, menari, karate, musik, bahasa, budaya, everything that you can do, kamu harus bisa menjual diri kamu dan membuat juri percaya kalo kamu worth it untuk dapet beasiswa itu), 

Selanjutnya, kita akan ditanya mengenai Program Kerja yang bakalan kita lakukan jika nanti kita menjadi salah satu penerima Beasiswa ini, (kita harus merancang Program Kerja yang jelas dan juga realisasi dari Proker kita harus kita pikirin matang-matang, karena dari banyak kasus yang tidak lulus mereka gak punya Proker yang Jelas dan juga most of their problem  yaitu dana, jadi harus dipikirin dulu kalau kita punya proker yang besar yang juga membutuhkan banyak dana, karena BI juga tidak akan mengakomodasi dana tersebut. jadi kita harus memikirkan alternatif lain yang sekiranya bisa untuk dikerjakan, gak apa-apa kecil tapi bisa berjalan), waktu itu aku punya proker untuk mengenalkan bahasa dan budaya Kerinci yang unik, tapi saat itu aku juga dikendalakan dengan dana, akhirnya aku mengajukan alternatif lain tanpa biaya besar, yaitu dengan memanfaatkan Medsos yang dewasa ini lebih berpengaruh daripada real life, aku bakalan sharing mengenai Bahasa dan Budaya Kerinci melalui Instagram, Facebook dan social media lainnya dan juga aku bakalan buat pamflet-pamflet seputar informasi tentang  Kerinci yang akan aku tempel di Mading kampus, simplekan?.

Interview hari itu berlangsung 6 jam dan cukup menguras tenaga, sebelum pulang, kami juga diberi makan siang+snacks. 

kami pulang dengan penuh harapan.

3 minggu kemudian Pengumuman interview keluar dan i didn't have any expectation, kalo aku lulus interview itu, karena menurut aku apa yang aku showed hari itu masih banyak kekurangan sana sini. tapi sepertinya ini buah manis yang aku pupuk selama ini setelah banyak ditolak beaasiswa lainnya, let's say Alhamdulillah.


Wassalam.


0 Comentarios

Follow Me On Instagram