Mendengar kata Suriah, apa yang langsung terpikirkan oleh kita? bom? perang? islam? kekacauan? pertumpahan darah?
Ketika kata Suriah ini dibahas banyak yang terlintas dipikiranku, Banyak hal-hal yang terbayang dibenakku dari media-media yang aku baca dan juga yang aku tonton.
Hari itu aku nggak sengaja buka Youtube dan iseng-iseng mencari video tentang suriah, awalnya aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan suriah sebenarnya, namun cukup sulit menemukan referensi video tersebut, kebanyakan video yang tampil adalah video yang sama. Sangat minim keadaan suriah dipublish oleh media-media, padahal dilihat dari beberapa video yang telah aku tonton, keadaan mereka sangat menghawatirkan. Bagaimana tidak, mereka melewati bom demi bom yang mengancam nyawa mereka kapan saja. Rautan wajah anak-anak banyak menghiasi video itu, tubuh yang kurus tetapi tetap mereka paksakan untuk bekerja. Masa kecil mereka direnggut oleh para penghaus kekuasaan, Mereka dipaksa untuk berpikir dewasa disaat mereka seharusnya bermain-main menikmati masa kecil yang indah. Mereka dipaksakan untuk terbiasa mendengar dentuman bom dan melihat korban-korban berjatuhan dan tak terkecuali yang menjadi korban adalah keluarga mereka sendiri. Sedari kecil mereka telah menanamkan kebencian yang amat dalam kepada orang-orang yang telah merenggut kehidupan, keluarga dan kebahagiaan mereka.
Bana Alabed adalah gadis kecil suriah yang viral karena mencuitkan foto rumahnya yang hancur dan juga boneka-bonekanya yang ditimpa reruntuhan bangunan, tapi dia tetap bahagia karena masih bisa hidup, bahkan di twitnya kemudian ia mengucapkan selamat tinggal pada followers-nya karena takut kapan saja ia bisa meninggal karena bom yang dijatuhkan tak henti-henti. Kita lihat bagaimana mereka melewati hari-hari mereka dengan ketakutan.
Beberapa bulan kemudian tersebar video viral yang kembali menewaskan penduduk suriah, Provinsi Idlib salah satu provinsi di Suriah menjadi target utama, mereka diperangi dengan senjata kimia yang membuat mereka sulit bernapas dan mematikan secara perlahan.
Tercatat bahwa Serangan kimia yang terjadi di kota Shan Sheikhun, Provinsi Idlib, pada Selasa (4/4) waktu setempat dilaporkan menewaskan 72 orang, termasuk 20 anak-anak. Puluhan orang lainnya mengalami gangguan pernapasan dan gejala keracunan seperti muntah, pingsan dan berbusa di mulut. "Beberapa kasus menunjukkan pertanda tambahan yang konsisten dengan paparan kimia organophosphorus, kategori zat kimia yang termasuk gas saraf," demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir Reuters, Rabu (5/4/2017).
Bahkan banyak lagi serangan yang harus mereka terima secara bertubi-tubi. Namun apa yang mereka lakukan? mereka tetap tersenyum, mereka tetap menikmati masa kecil mereka ditengah kehidupan perang, mereka tidak pernah melupakan Allah dan menjadikan Allah satu-satunya tempat berlindung, Tetap semangat menghapal Al-Qur'an ditengah bom yang berjatuhan bagaikan air hujan.
Video yang tak kalah menyayat hatiku yaitu video yang menunjukkan beberapa pasukan tentara melarang warga suriah memasuki masjid untuk beribadah, serta mereka mengebom jamaah yang sedang melaksanakan sholat didalam masjid, mereka memblock siapa saja yang mencoba memasuki masjid tanpa memperdulikan wanita atau pria, beberapa pemuda terlihat ingin memberontak namun terkalahkan oleh pasukan bersenjata tersebut. Momen yang membuat aku merinding ketika mereka bersatu untuk melumpuhkan pasukan tentara dengan menyebut nama Allah, "Allahuakbar, Allahuakbar!". Itulah kilasan semangat penduduk suriah untuk beribadah dan menjalankan perintah Allah, walaupun mereka berada ditengah-tengah peperangan.
Lalu apa yang telah kita lalui disetiap kehidupan kita ?, kita sangat cepat untuk mengeluh pada masalah kecil yang kita hadapi. kita cepat menyerah dari masalahl yang kita anggap besar dan tidak mungkin kita lewati, kita melalaikan apa yang diperintahkan oleh Allah padahal kita didalam keadaan yang aman dan damai untuk beribadah, tidak ada yang akan menganggu kita, tidak akan ada yang melanggar Hak Asasi kita sebagai manusia, kenikamatan yang amat besar yang diberikan Allah kepada kita umat muslim Indonesia. Namun, apa yang telah kita lakukan dalam kehidupan kita?
apakah hal yang telah kita lakukan itu sudah bermanfaat untuk orang lain? apakah kita sudah menjadi manusia yang baik? seperti perkataan Nabi Muhammad S.A.W bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Hal ini yang menjadi PR besar bagiku, bagi kalian dan bagi kita semua.
Sebenarnya selama 20 tahun aku hidup didunia berulang kali pertanyaan itu aku tanyakan pada diriku sendiri, dan berulang kali aku merasa gagal menjadi manusia baik. manusia yang bermanfaat.
Semoga tulisan ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua khususnya diriku sendiri untuk selalu mensyukuri kehidupan dan tidak lelah untuk berusaha menjadi manusia baik.
Referensi:
http://www.bbc.com/indonesia/majalah-38153748
https://news.detik.com/internasional/d-3466175/korban-serangan-kimia-di-suriah-alami-gejala-terpapar-gas-saraf
0 Comentarios