rintik
basah
dan aroma phetrichor yang khas
derap langkah menapak
dia berjalan bersama hembusan angin
melintas lurus dihatiku
menciptakan rindu ruai
menghilangkan resah pilu
membawa cahaya tentram
memikat dengan karisma
aku
diam
terlena dalam buaian
terbawa derapan alam
masih dalam khayalan senyummu
mata
tatap
lurus mempertemukan
menyatukan perasaan jiwa
harap
hati
kuharap lebih akan ini
biar ada jalan untukku
menghiasi, menumpahkan kasih
hilang
acuh
seakan tak diberi kepastian
ragu diizinkan masuk
atau malu untuk mengatakan
aku
wanita
punya banyak khayal dan malu
menimbulkan 2 tanya
haruskah mundur atau menunggu?
IM

0 Comentarios