| Photo by Miguel Bruna on Unsplash |
Tulisan ini terinspirasi dari hasil blog-walking yang dilakukan ditengah malam kemaren, nemu blog keren dari kak arintya di arintya.com (galawbermanfaat)
Salah satu tulisan beliau tentang umur 25 belum jadi apa-apa, menggelitik aku untuk menulis juga serba-serbi kehidupan diumur 25 yang belum juga jadi apa-apa ini hehe,
Sebelumnya, aku mau makasih banget, karna dengan adanya tulisan itu aku sadar aku bukan the only one who feel useless at my 25's, dan semua orang bisa ngalaminnya kapan aja. Well, orang-orang diumur 25 tahun dimana yang katanya saat-saat quarter life crisis yang banyak mengalami masa sulit ini.
Dengan embel-embel "belum jadi apa-apa" sedikit menohok dan mengsedih. Karna menurutku di umur 25 itu kehidupan gak berjalan selambat dulu. Ada aja postingan kawinan temen yang lewat di timeline, atau kabar lahiran dan pajangan foto dedek-dedek gemes dari temen-temen sejawat dulu, yang pas kecil masih sama-sama pengen lulus bareng atau main apa aja bareng. Atau postingan temen yang udah mencapai karir idaman atau udah lanjut S2 ke negeri orang, dimana dulu cita-cita yang dipupuk bareng tapi tak sejalan dengan takdir yang berjalan Haha.. life flies so fast, and I'm still here :'( (mewek dikit boleh ya)
Hmm.. (menghela nafas panjang)
Kata quote bijak di Instagram "semua orang punya waktu masing-masing". Emang ada benernya tapi yang gak enaknya nunggu waktu itu datang, struggle dulu, berdarah dulu, melalui banyak kegalalan lagi dan lagi dulu, nangis dulu, denial sama keadaan dulu, melarat dulu, menyalahkan diri dulu...
Kalau kata kak Arintya"umur 25 belum jadi apa-apa itu gapapa, kita gak perlu menggenggam semua hal dalam waktu yang bersamaan, atau kita gak perlu menggenggam semuanya juga".
Aku kembali bertanya pada diri sembari mem puk-puk bathin yang telah lama jadi korban over thinking. Apakah benar dengan selalu mengkhawatirkan masa depan akan ada banyak hal positifnya atau bahkan menimbulkan dan makin menumpukkan hal negatif dipikiran serta di bathin itu sendiri?
Bukannya aku banyak menerima kenyataan yang terjadi tak seburuk kekhawatiran ku dulu, atau bahkan gak terjadi sama sekali, yang tertinggal hanya kekhawatiran itu sendiri dan waktu yang terbuang sia-sia sampai aku lupa menikmati hari yang kujalani saat itu.
Future is future, and present is present. So, just live in the present.
dan satu lagi
Do the best with no expectation (karna sering menjadi korban ekspektasi diri sendiri)
Jadi intinya, umur 25 belum jadi apa-apa ya gapapa juga, selama kita masih berproses dan tetap melakukan yang terbaik.
Umur 25 masih banyak berteman dengan kegagalan ya gapapa namanya juga masih mencoba.
Umur 25 masih berjuang dan merasa gini-gini aja ya gapapa selama kita masih punya mimpi besar dan action untuk mewujudkannya. Toh, nanti jika tak sesuai dengan ekspektasi mu yang ketinggian itu ya gapapa dan inget do the best with no expectation jadi nanti gak kecewa-kecewa amat lah yaa haha.
Untuk siapapun yang sedang mendaki jalan terjal di umur 25. Yuk, kita saling berpegangan dan menguatkan satu sama lain, kita hanya sedang bekerja lebih keras dari biasanya, kita sedang di proses menjadi dewasa. Percaya diatas pasti ada sesuatu yang bikin kita ngerasa perjalanan berat ini worth it untuk dilalui. ;')
0 Comentarios