PERFEKSIONISME

Apa kamu seorang perfeksionisme? Percayalah aku dulu seorang perfeksionisme.

Menjadi seorang perfeksionisme sebenarnya sangat melelahkan, aku merasa seperti ada sesuatu didalam diriku yang menuntut kesempurnaan dalam segi apapun. Entah itu hanya sebuah tugas kuliah atau garis pinggir sebuah double folio. Menjadi seorang perfeksionisme itu sering merasa terpuruk, dulu aku selalu merasa gak pernah puas dengan apa yang aku kerjakan, gak pernah merasa puas dengan apa yang telah aku capai. Sehingga aku selalu menuntut dan menuntut kesempurnaan lagi pada diriku sendiri. Menjadi seorang perfeksionisme itu mempersempit cara pandang kita pada suatu hal, dalam melakukan sesuatu kita terlalu berhati-hati sehingga mengakibatkan pekerjaan tersebut tak kunjung selesai.

Aku menyadari sebuah kesempurnaan itu gak penting lagi saat diakhir semester perkuliahan, ketika tugas-tugas berat silih berganti membebani diri, sehingga untuk menjadi perfeksionisme bukanlah suatu hal yang bisa diandalkan. Aku banyak mendapi teman-temanku yang menikmati hidup ini lebih indah hanya dengan kesederhanaan, tugas-tugasnya selesai tepat waktu dengan nilai yang memuaskan ditambah dengan puasnya ia berliburan untuk menyegarkan pikiran, hal yang mungkin dinomor 1000kan oleh seorang perfeksionisme.

Sampai suatu hari aku mencoba untuk berhenti menuntut sebuah kesempurnaan dan mengerjakan sesuatu sesuai dengan yang aku mampu, tanpa ada niat untuk mengalahkan seseorang atau saingan. melakukan sesuatu dengan apa adanya. Nah, disitu aku merasakan sesuatu yang berbeda. rasanya seperti duri yang menekan didada tiba-tiba dicabut seketika, entah kenapa waktu itu aku merasa lebih lega tanpa ada tekanan apapun.

Aku melakukan sesuatu itu dengan santai tanpa overthink atau over khawatir tentang apapun yang akan terjadi nanti. Dan yang paling penting yaitu aku lebih menikmati hidup, aku lebih mengenal sisi lain dari kehidupan terlepas hanya untuk menjadi unggul dalam sebuah perkumpulan. Jiwaku lebih merasa bebas dalam menghadapi suatu masalah, entah masalah besar atau kecil. karena semuanya pasti terlewati tanpa kita terlalu stress memikirkannya.

Setelah menyadarinya, aku merasa amaze sama diriku sendiri, bukan untuk membanggakan diri, cuman merasa kagum pada diriku sendiri. Aku yang selama ini selalu menuntut kesempurnaan pada semua yang aku lakukan, bisa berubah menjadi sebegini bebasnya. Setenang ini rasanya!

Sekarang, setiap kali aku bertemu dengan seorang perfeksionisme, ada rasa ketakutan sendiri atau lebih ke kasihan melihat mereka, karena mereka tidak bisa menikmati kehidupan dengan lebih indah. Aku hanya bisa menegurnya agar tidak selalu menuntut kesempurnaan. Karena pada dasarnya manusia gak ada satupun yang sempurna kecuali sang pemilik kesempurnaan Allah S.W.T.
 
Tapi dengan tidak menjadi seorang perfeksionisme lagi bukan berarti melakukan sesuatu itu dengan malas-malasan, atau cuman asal-asalan aja ya. Tapi lebih menjadi dewasa dalam menyikapi permasalahan yang datang, berpikiran dingin dan tenang dalam mencari solusi yang terbaik.

So, Stop being perfectionist guys! start to love yourself and enjoy your life!




0 Comentarios

Follow Me On Instagram