Hari ini bertepatan tanggal 14 Juli 2018 telah terjadi kebakaran besar yang menghabisi sekitar 200 rumah keluarga yang tinggal di Ruli Beverly Batam Center, Batam. Setidaknya estimasi kerugian yang diderita warga sekitar kurang lebih 4 M.
Well, i will start this story from my cousin story. Jadi rumah ibuku merupakan salah satu rumah yang terbakar habis dan hanya tersisa semen-semen pondasi rumah beserta atap-atap gosong yang masih beruap. Kawasan ruli ini habis ludes tanpa tanpa disangka.
Kronologi yang aku tau dari versi sepupuku yang kebetulan menepati rumah pada pagi kejadian terjadi.
Dia bilang api mulai berasal dari belakang (belakang rumah ibuku) "waktu sekitar jam 03.00 dini hari, semua orang sedang terlelap tidur". Sepupuku tidur pada jam 01.00 pagi, entah kenapa malam itu ia ingin membereskan semua pakaiannya dengan rapi, dan menyiapkan segala perlengkapan untuk besok ia bekerja, sehingga barang-barangnya tinggal dirapikan sedikit dan bisa langsung dibawa keluar rumah untuk diselamatkan. "Waktu itu serasa mimpi, aku terbangun saat mendengar orang-orang panik lari-lari sambil teriak kebakaran... kebakaran..." dengan masih setengah tidur ia mencoba keluar dari rumah dan menanyakan orang yang berlalu lalang apakah kebakarannya jauh, tapi jawaban yang ia terima ternyata api mulai melahap dinding belakang rumah ibuku. Dengan sedikit terkejut dan panik ia mulai bergegas mengambil barang-barang berharganya dan lari keluar. Tapi saat ngeliat semua orang mencoba menyelamatkan barang mereka. Ia kembali lagi kerumah menyelamatkan barang yang setidaknya bisa terselamatkan. Akhirnya ia berhasil membawa kopernya dan satu tas yang berisi surat berharga. "semua orang panik, pokoknya keadaannya hectic banget deh". Aku mau nangis tapi nggak bisa karena banyak liat ibu-ibu menangisi rumah mereka yang dilahap api tanpa ampun. Sekitar jam 05.00 pagi semua rumah habis terbakar hanya menyisakan arang dan kepahitan. Semua orang hening meratapi nasib mereka yang sama-sama mereka tanggung. Ada yang masih menangis, ada yang sibuk mengabari keluarganya, ada yang menjaga barang-barangnya, dan ada yang menjaga anak-anak dan istri mereka. Memang kebakaran ini terjadi tiba-tiba dan saat semuanya terlelap pula,sehingga banyak barang-barang berharga yang lupu untuk diselamatkan. Semua tinggal abu dan arang, mau diapakan lagi, yang bisa dilakukan hanya ikhlas dan membuat plan kedepan.
Selang beberapa jam berlalu, banyak bantuan mulai berdatangan. Ada yang memberi makanan, pakaian, obat-obatan. Semua bantuan dipusatkan di Posko Bantuan agar warga pada gak berebut dan tetap teratur, bantuan di prioritaskan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Sebenarnya setelah berkeliling sebentar diposko bantuan, aku cukup bersyukur dan bersimpati. Karna masih banyak warga batam serta dinas-dinas pemerintah dan swasta yang peduli dan memberi bantuan. selang beberapa menit mobil-mobil bantuan bergantian menurunkan barang-barang yang telah disalurkan. Sehingga warga merasa cukup terbantu untuk memenuhi kebutuhan sandang dna pangan mereka dalam beberapa hari.
Well, mereka juga menyediakan Dapur Umum jadi bagi warga yang ingin minta air panas untuk sekedar merebus mi instant atau untuk membuat kopi, mereka bisa memintanya di Dapur Umum.
Menurut pandanganku pemerintah batam cukup ligat dalam pemberian bantuan bagi korban kebakaran ini ditambah warga batam lainnya yang sangat baik, langsung mengantar bantuan mereka kelokasi kejadian untuk membantu para korban.
Untuk semua korban kebakaran Ruli Beverly. Sedih boleh, tapi berdoa jangan lupa. Semoga diberi hikmah dibalik semua bencana yang terjadi. Diberikan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Amin.
Well, i will start this story from my cousin story. Jadi rumah ibuku merupakan salah satu rumah yang terbakar habis dan hanya tersisa semen-semen pondasi rumah beserta atap-atap gosong yang masih beruap. Kawasan ruli ini habis ludes tanpa tanpa disangka.
Kronologi yang aku tau dari versi sepupuku yang kebetulan menepati rumah pada pagi kejadian terjadi.
Dia bilang api mulai berasal dari belakang (belakang rumah ibuku) "waktu sekitar jam 03.00 dini hari, semua orang sedang terlelap tidur". Sepupuku tidur pada jam 01.00 pagi, entah kenapa malam itu ia ingin membereskan semua pakaiannya dengan rapi, dan menyiapkan segala perlengkapan untuk besok ia bekerja, sehingga barang-barangnya tinggal dirapikan sedikit dan bisa langsung dibawa keluar rumah untuk diselamatkan. "Waktu itu serasa mimpi, aku terbangun saat mendengar orang-orang panik lari-lari sambil teriak kebakaran... kebakaran..." dengan masih setengah tidur ia mencoba keluar dari rumah dan menanyakan orang yang berlalu lalang apakah kebakarannya jauh, tapi jawaban yang ia terima ternyata api mulai melahap dinding belakang rumah ibuku. Dengan sedikit terkejut dan panik ia mulai bergegas mengambil barang-barang berharganya dan lari keluar. Tapi saat ngeliat semua orang mencoba menyelamatkan barang mereka. Ia kembali lagi kerumah menyelamatkan barang yang setidaknya bisa terselamatkan. Akhirnya ia berhasil membawa kopernya dan satu tas yang berisi surat berharga. "semua orang panik, pokoknya keadaannya hectic banget deh". Aku mau nangis tapi nggak bisa karena banyak liat ibu-ibu menangisi rumah mereka yang dilahap api tanpa ampun. Sekitar jam 05.00 pagi semua rumah habis terbakar hanya menyisakan arang dan kepahitan. Semua orang hening meratapi nasib mereka yang sama-sama mereka tanggung. Ada yang masih menangis, ada yang sibuk mengabari keluarganya, ada yang menjaga barang-barangnya, dan ada yang menjaga anak-anak dan istri mereka. Memang kebakaran ini terjadi tiba-tiba dan saat semuanya terlelap pula,sehingga banyak barang-barang berharga yang lupu untuk diselamatkan. Semua tinggal abu dan arang, mau diapakan lagi, yang bisa dilakukan hanya ikhlas dan membuat plan kedepan.
Selang beberapa jam berlalu, banyak bantuan mulai berdatangan. Ada yang memberi makanan, pakaian, obat-obatan. Semua bantuan dipusatkan di Posko Bantuan agar warga pada gak berebut dan tetap teratur, bantuan di prioritaskan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Sebenarnya setelah berkeliling sebentar diposko bantuan, aku cukup bersyukur dan bersimpati. Karna masih banyak warga batam serta dinas-dinas pemerintah dan swasta yang peduli dan memberi bantuan. selang beberapa menit mobil-mobil bantuan bergantian menurunkan barang-barang yang telah disalurkan. Sehingga warga merasa cukup terbantu untuk memenuhi kebutuhan sandang dna pangan mereka dalam beberapa hari.
Well, mereka juga menyediakan Dapur Umum jadi bagi warga yang ingin minta air panas untuk sekedar merebus mi instant atau untuk membuat kopi, mereka bisa memintanya di Dapur Umum.
Menurut pandanganku pemerintah batam cukup ligat dalam pemberian bantuan bagi korban kebakaran ini ditambah warga batam lainnya yang sangat baik, langsung mengantar bantuan mereka kelokasi kejadian untuk membantu para korban.
Untuk semua korban kebakaran Ruli Beverly. Sedih boleh, tapi berdoa jangan lupa. Semoga diberi hikmah dibalik semua bencana yang terjadi. Diberikan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Amin.
0 Comentarios