Assalamualaikum!Hallo! apa kabar nih? sehat-sehat wae kan.
Sekarang lagi sibuk apa? Sekolah, kuliah? Skripsian? atau menunggu kepastian? (sabar ya!)
Mana nih para mahasiswa yang udah sidang atau udah wisudaan? Pasti senang, bangga karena udah menempuh hari-hari berat menunggu kepastian. So, congratulations for all of you guys!
"Selamat datang ke dunia nyata!"
itu yang dibilang abang bakso didepan balairung saat perbincangan tentang tanggal wisudaan sore itu. Well, aku pikir itu cuman becandaan biasa ya. Karena kebanyakan orang selalu bilang gitu (like always).
Hari demi hari dilewati menikmati hari merdeka dari skripsi yang beberapa bulan terakhir bikin pusing. Banyak orang menikmati moment itu dengan berbagai macam kegiatan, ada yang liburan, ada yang pulang kampung, ada yang masih betah di kosan, ada juga yang mulai bisnis sampingan. Tapi aku langsung mengadu nasib ke rantauan, mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian (aelah).
Dengan semangat pantang menyerah dan harapan yang tinggi mulai memburu pekerjaan. Koran sampai bertumpuk dimeja demi mencari kerjaan impian. Aplikasi hp yang dulu penuh dengan game sekarang berganti dengan aplikasi penyedia lowongan kerja. Di instagram juga lebih banyak nge-follow akun penyedia lowongan kerja daripada artis tik-tok. Intinya, hidup berubah dengan satu tujuan "MENCARI PEKERJAAN".
Title "PENCAKER" pun terpampang jelas di kartu kuning. Setiap hari ngirimin CV ke e-mail atau fotokopi berkas lamaran jadi aktivitas baru yang harus di bold tebal-tebal.
Huuft..... Kadang capek dan pengen nangis. Karena kerjaan impian tak kunjung dapat. Seketika kata-kata abang bakso menjadi kata mutiara yang menyadarkanku dari mimpi indah dunia perkuliahan.
Life is getting hard after collage.
semua lowongan mencari pencaker yang memiliki pengalaman kerja dan keahlian khusus. Apadaya aku yang masih miskin pengalaman. Alhasil kerja apapun di apply demi mencari rezeki yang penting halal. Banyak profesi dilakoni demi bertahan hidup. Jauh dari zona nyaman saat jaman kuliah.
"Tapi kadang kita perlu keluar dari zona nyaman untuk menghargai apa yang sebenarnya telah kita miliki." itu kata mutiara yang aku dapatkan dari film "Critical Eleven". Iya si, sekarang jadi pada rindu sama apa yang telah dimiliki dulu, bersyukur punya Jaguar yang selalu menemani kemana aja aku pergi tanpa pernah mogok, rindu teman-teman seperjuangan yang selalu punya banyak cerita sampe 24 jam kerasa begitu cepet. Rindu juga sama suasana kos yang selalu rame. Rindu bayar air murah banget disana. Rindu banget tekwan mamang yang selalu lewat didepan rumah setiap sore (selalu nyuruh mamangnya nunggu dulu karena mau beli mi instant ke warung).... Ahh, rindunyaa.
Sekarang tanggung jawab makin berat, tuntutan dari diri sendiri dan orang tua juga jadi semakin serius. Mau gak mau suka gak suka harus tetap dijalani. Mencari kerja emang susah..... (itu hal yang selalu terucap sekarang).
"Jangan mentang-mentang kapaknya emas jadi pilih-pilih kayu yang mau ditebang" kata-kata salah satu dosen ku itu jadi hal yang baru kumengerti sekarang. Lakoni pekerjaan apa aja yang penting menghasilkan dan halal. Walaupun pekerjaan itu jauh dari jurusan kita, nggak ada ruginya mempelajari ilmu baru, karena ilmu apapun itu pasti akan bermanfaat nanti.
Semangat buat kalian yang sekarang juga lagi berjuang (menanti kepastian). Jangan lupa bahagia aja!
Bhaay!
Sekarang lagi sibuk apa? Sekolah, kuliah? Skripsian? atau menunggu kepastian? (sabar ya!)
Mana nih para mahasiswa yang udah sidang atau udah wisudaan? Pasti senang, bangga karena udah menempuh hari-hari berat menunggu kepastian. So, congratulations for all of you guys!
"Selamat datang ke dunia nyata!"
itu yang dibilang abang bakso didepan balairung saat perbincangan tentang tanggal wisudaan sore itu. Well, aku pikir itu cuman becandaan biasa ya. Karena kebanyakan orang selalu bilang gitu (like always).
Hari demi hari dilewati menikmati hari merdeka dari skripsi yang beberapa bulan terakhir bikin pusing. Banyak orang menikmati moment itu dengan berbagai macam kegiatan, ada yang liburan, ada yang pulang kampung, ada yang masih betah di kosan, ada juga yang mulai bisnis sampingan. Tapi aku langsung mengadu nasib ke rantauan, mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian (aelah).
Dengan semangat pantang menyerah dan harapan yang tinggi mulai memburu pekerjaan. Koran sampai bertumpuk dimeja demi mencari kerjaan impian. Aplikasi hp yang dulu penuh dengan game sekarang berganti dengan aplikasi penyedia lowongan kerja. Di instagram juga lebih banyak nge-follow akun penyedia lowongan kerja daripada artis tik-tok. Intinya, hidup berubah dengan satu tujuan "MENCARI PEKERJAAN".
Title "PENCAKER" pun terpampang jelas di kartu kuning. Setiap hari ngirimin CV ke e-mail atau fotokopi berkas lamaran jadi aktivitas baru yang harus di bold tebal-tebal.
Huuft..... Kadang capek dan pengen nangis. Karena kerjaan impian tak kunjung dapat. Seketika kata-kata abang bakso menjadi kata mutiara yang menyadarkanku dari mimpi indah dunia perkuliahan.
Life is getting hard after collage.
semua lowongan mencari pencaker yang memiliki pengalaman kerja dan keahlian khusus. Apadaya aku yang masih miskin pengalaman. Alhasil kerja apapun di apply demi mencari rezeki yang penting halal. Banyak profesi dilakoni demi bertahan hidup. Jauh dari zona nyaman saat jaman kuliah.
"Tapi kadang kita perlu keluar dari zona nyaman untuk menghargai apa yang sebenarnya telah kita miliki." itu kata mutiara yang aku dapatkan dari film "Critical Eleven". Iya si, sekarang jadi pada rindu sama apa yang telah dimiliki dulu, bersyukur punya Jaguar yang selalu menemani kemana aja aku pergi tanpa pernah mogok, rindu teman-teman seperjuangan yang selalu punya banyak cerita sampe 24 jam kerasa begitu cepet. Rindu juga sama suasana kos yang selalu rame. Rindu bayar air murah banget disana. Rindu banget tekwan mamang yang selalu lewat didepan rumah setiap sore (selalu nyuruh mamangnya nunggu dulu karena mau beli mi instant ke warung).... Ahh, rindunyaa.
Sekarang tanggung jawab makin berat, tuntutan dari diri sendiri dan orang tua juga jadi semakin serius. Mau gak mau suka gak suka harus tetap dijalani. Mencari kerja emang susah..... (itu hal yang selalu terucap sekarang).
"Jangan mentang-mentang kapaknya emas jadi pilih-pilih kayu yang mau ditebang" kata-kata salah satu dosen ku itu jadi hal yang baru kumengerti sekarang. Lakoni pekerjaan apa aja yang penting menghasilkan dan halal. Walaupun pekerjaan itu jauh dari jurusan kita, nggak ada ruginya mempelajari ilmu baru, karena ilmu apapun itu pasti akan bermanfaat nanti.
Semangat buat kalian yang sekarang juga lagi berjuang (menanti kepastian). Jangan lupa bahagia aja!
Bhaay!
0 Comentarios