HIDUP ITU TANTANGAN


Kota yang sesak ini tak pernah berhenti walaupun sejenak, tak akan menunggumu yang jauh tertinggal. Kota yang membuka mataku bahwa hidup itu tidak hanya sebatas dinding pemisah dimana aku tinggal dengan damai dahulu. Kota yang menyadarkanku bahwa aku masih tidak berguna, yang membuat pertanyaan “apa yang sudah kamu lakukan?” semakin besar dan terngiang.
Orang-orang yang semakin cepat bergerak, kebutuhan yang semakin banyak, dan tempat mencari nafkah yang semakin lenyap.

When I was 19 I thought life is simple as my imagination, but now I get life is so fucking hard and also hurt.
They call it process, but I call it challenges.

Kadang sampe ngerasa bahwa masalah yang dihadapi tak memiliki jalan keluar tanpa mengingat kekuasaan Allah yang maha pemberi jalan kebaikan.

Dulu, aku kira menjadi orang dewasa itu menyenangkan, aku tidak akan diatur oleh siapapun, apa yang ku inginkan bisa ku lakukan tanpa larangan orang lain. Tapi setelah label ‘dewasa’ itu melekat dipundakku, aku kewalahan membawanya karena menjadi dewasa tidak semudah yang aku kira.
Dewasa artinya kita punya responsibility yang besar terhadap diri kita sendiri dan terhadap efek samping yang akan terjadi hari esok karena pilihan kita di hari ini.

Dewasa artinya kita harus siap-siap merasakan kegagalan, kepahitan dan juga sakit hati  yang sebelumnya kita gak pernah rasakan.

Dewasa itu bisa kau samakan dengan kata ini “Your life is your choice” atau bahasa kerennya hidup lu di tangan elu. Kamu mau jadi apasaja, semua bisa tergantung kemana kau setir hidupmu itu. Mau menjadi orang baik menjadi orang jahat orang yang peduli atau orang yang tidak peduli, it depends on your choice.

Pertanyaannya apa yang kau pilih sampai detik ini? dan siapakah engkau sekarang?
Kuingat kata bijak yang pernah ibu katakan “Jauh berjalan banyak yang kita lihat, lama hidup banyak yang kita rasa”, dan ibu mengatakan bahwa hal-hal yang kualami sekarang belum seberapa.
Artinya masih banyak hal yang harus dilalui, masih banyak masalah yang harus diselesaikan serta masih banyak doa yang harus dipanjatkan dan jangan lupa masih banyak kata syukur yang harus diucapkan.

Tetap survive pada hidupmu karena life is challenges.

0 Comentarios

Follow Me On Instagram