![]() |
| Photo by Anh Nguyen on Unsplash |
Setelah diingat lagi aku pernah mengalami quarter life crisis setelah tamat kuliah, saat itu aku adalah pengangguran sejati yang gak tau mau jadi apa, gak tau mau kerja apa, juga merasa insecure dengan masa depan sendiri. Setiap malam pertanyaan-pertanyaan itu selalu timbul diotak dan semakin membuat aku merasa useless. Saat itu lagi hobby compare diri aku sama orang lain, sama takdir orang lain dan jujur itu gak sehat banget.
I know this phase is not easy, masa dimana kita selalu mempertanyakan apakah kita akan tetap exist dimasa depan, apakah ada masa depan yang cerah menunggu kita disana, it was so dark and there wasn't clue at all.
Setelah diingat lagi, my quarter life crisis came a bit erlier dan sayangnya gak ada yang ngasih tau aku kalau this phase is normal. Jadi, dulu aku merasa down dan depresi yang luar biasa dan selalu nge-judge diri sendiri. I was too hard to myself.
But well, setidaknya masa itu telah terlewati dengan banyak pelajaran yang aku dapatkan setelahnya. Probably i'm gonna share some tips (or what i should did) to deal with quarter life crisis to you who read this article.
1. Calm and realize this is a normal phase
as i said before keadaan ini normal banget terjadi direntang usia muda menuju dewasa, kita akan selalu memiliki pertanyaan besar yang akan menghantui kita tentang masa depan. Tapi, we just have to do it. Kita jalani aja jalan yang udah terbentang luas didepan tanpa terlalu memikirkan apakah ujungnya indah atau enggak, well what's yours will be yours dan gak akan tertukar dengan yang lain, percaya sama diri kamu sendiri jalan itu akan menuntun kamu ke hal yang benar.
2. Jangan terlalu keras dengan dirimu sendiri
Mendisiplinkan diri itu bagus, tapi kalau udah berlebihan akan sangat tidak bijak rasanya. Apalagi kalian sadar sedang berada dalam quarter life crisis, that will not solve anything. Kalian hanya akan tambah depresi dan galau sama diri kalian sendiri. Percaya deh, saat fase ini terlewati kamu akan merasa terlalu keras pada dirimu sendiri as i am. Jadi, lakukan hal yang menurut kalian perlu tapi jangan sampai terlalu memaksakan diri.
3. Curhat
Menurutku salah satu solusi biar kita gak terlalu galau dengan kekalutan pikiran kita sendiri adalah dengan membaginya dengan orang lain. Temukan orang itu yang bisa menjadi pendengar terbaik dan memberikan masukan jika dibutuhkan padamu, dulu aku selalu curhat sama indukku atau sama temen deket, mereka kadang akan kasih pandangannya tentang curhatan kita yang akan membuat hati kalian sedikit tenang. Kalo emang gak ada seorangpun yang kalian merasa nyaman untuk curhat, kalian bisa mulai nulis tentang kegalauan kalian, bisa di diary pribadi, di blog atau platform manapun yang kalian nyaman, tapi jangan di sosmed yak, takutnya kalian terbuka banget di sosmed malah dimanfaatkan ke hal yang tidak baik. Just find your listeners and be carefull.
4. Ini hanya satu fase dihidupmu
Okay, jika kamu udah terlalu merasa depresi dan selalu overthinking. Percaya deh, ini hanya satu fase yang harus kamu lalui dihidupmu, dan semua orang akan melewati fase yang sama. Setelah fase ini kamu akan menemukan lagi jalan dan masa depan yang indah siap menyambutmu, jangan sampai kamu terlalu terjebak dalam pikiran negative selama fase quater life crisis ini. Setelah fase ini berakhir kalian akan sadar betapa galaunya kalian dulu setelah kalian tau masa depan tidak semengerikan itu. Seperti cerita di buku"Who moved my cheese" jadilah karakter Haw yang berani mencari keju kedalam labirin yang mengerikan, padahal setelah dijalani ternyata labirin itu tidak semenyeramkan itu, bahkan didalam labirin terdapat stasiun keju yang dua kali lebih banyak dan lebih enak daripada keju di stasiun sebelumnya. (wow, this story always inspiring me).
So, that's all kesotoyan aku dalam menghadapi quarter life crisis. Aku berharap akan melakukan semua hal diatas saat menghadapi fase itu. Tapi yaaahhh, i didn't know and i always judge myself and think i wasn't good enough wich is wrong. So, i hope you don't do what i did.

0 Comentarios