Sedangkan diujung pesisir lain ada sebuah kapal yang sedang bersiap untuk berlayar juga dengan tujuan yang sama, namun keadaannya cukup berbeda. Dengan perlengkapan seadanya dan juga tidak memiliki tempat tidur sama sekali, hanya ada sedikit space untuk tidur, siap berlayar mengarungi laut yang sama dan siap menghadapi setiap badai dan gulungan ombak yang akan menghempas hebat kapalnya.
Diperjalanan berlayar kedua kapal terus mengarungi birunya laut, belum ada badai atau ombak yang berarti, laut terlihat tenang sejauh ini. Nakhoda pertama menghabisi waktunya menikmati angin laut sambil berbaring diatas tempat tidur nyamannya tak pula ketinggalan cemilannya.
Sedangkan nakhoda kapal kedua berusaha memutar otak untuk membuat perbekalan selama perjalanan karna ia sadar betul kapalnya sangat kekurangan fasilitas, ia memancing ikan sembari menyaring air laut agak tidak asin lagi guna menjadi perbekalan air minumnya. Setelah perbekalan dirasa cukup ia mulai memastikan kapalnya berjalan dengan tujuan yang benar, mengecek peta berulang kali.
Ditengah laut, hal yang tidak disangka terjadi. Laut yang sejauh ini tenang, tiba-tiba dihempas angin dahsyat dan membuat gelombang ombak yang besar yang siap menghantam setiap kapal yang sedang berlayar.
Nakhoda kapal pertama yang sejak tadi sedang bersantai-santai dikapalnya, seketika terkejut dan panik, tak terduga olehnya kapal yang ia layarkan akan dihempas ombak besar. Ia mengerahkan sekuat tenaga menahan kapalnya agar tidak karam, semua fasilitas kapalnya tidak dapat ia pakai kala itu.
Disisi lain Nakhoda kapal kedua yang siap akan semua konsekuensi yang akan dialaminya saat berlayar, dengan sigap menahan kapalnya dan melakukan semua cara agar kapalnya tidak karam.
Sekitar 10 menit mereka bertarung melawan ombak, akhirnya ombak besar mengaku kalah, ombakpun berhenti dan pergi.
Kedua Nakhoda kapal basah kuyup dan letih setelah melawan ombak tadi, namun itu baru 1 ombak besar yang mereka temui. Mereka belum sampai di titik tujuan, yang berarti masih banyak badai dan ombak yang akan mereka temui didepan, tinggal bagaimana mereka mempersiapkan mental dan fisik mereka.
Dari cerita diatas coba kalian bayangin Nakhoda pertamanya dengan kapal super kerennya adalah anak yang dilahirkan didalam keluarga berada atau kaya. Semua fasilitas yang mereka inginkan lengkap untuk menggapai cita-cita.
Sedangkan nakhoda yang kedua adalah kalian yang mungkin dilahirkan dalam keluarga yang sederhana atau bahkan kekurangan.
Apa perbedaan mencolok yang bisa kalian lihat? Ya, aku tau kalian mau jawab kalau nakhoda pertama bisa santai-santai dan menikmati pemandangan jika laut tenang dan kamu harus banting tulang dan bekerja keras meski laut tenang. Tapi gini, coba kalian lihat akhir ceritanya. Nakhoda kedua akan selalu siap menghadapi semua konsekuensi yang akan dihadapinya, karna ia sadar betul ia sedang mengambil resiko. Sedangkan Nakhoda pertama kewalahan menghadapi ombak yang datang tiba-tiba karna ia tidak tau konsekuensinya.
Well, inti cerita diatas yg aku tulis ini yaitu Gak semua orang memulai hidup dititik yang sama. Ada yang mulai dari 20% ada yang 50% atau ada yang dari 0%. dimanapun posisi kamu, kamu akan melewati laut atau kehidupan yang sama. Resultnya who knows?
Jadi gak ada tu orang yang bisa ngejudge seseorang yang sedang dalam proses/sedang berlayar entah dari titik manapun mereka mulai, because that's the begining not the ending.

0 Comentarios