Ngomongin masalah karir pasti gak jauh-jauh dari pekerjaan, gaji, bisnis, kerja tim, profesionalitas dan lain-lain. Sama hal nya dengan aku, setelah menamatkan perkuliahan selama 3 setengah tahun, aku berusaha mencari pekerjaan kesana kemari dengan bermodalkan ijazah dan kenekatan. Berharap mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan ilmu yang dienyam di bangku kuliah, karna dirasa sayang juga jika ilmu itu gak dimanfaatkan setelah banyak perjuangan dari materi, pikiran dan tenaga yang telah dipertaruhkan.
Tapi, kenyataan menamparku begitu keras, dengan sulitnya
mencari kerja apalagi yang sesuai bidang. Rasanya peluang untuk mendapatkan pekerjaan
yang diinginkan seolah 0,0001 % nyaris gak ada. Hidup kembali memaksa untuk
tetap bangkit dan berjuang lagi.
Satu pekerjaan ke pekerjaan lain kucoba geluti, satu profesi
ke profesi lainnya kucoba lakoni. Jadi guru, marketing, admin, customer
service, content creator, blogger bahkan pekerjaan kasar seperti jaga toko,
waiters, helper kitchen pun pernah kurasakan, bahkan aku pernah ngelamar jadi
cleaning service saking frustasinya nyari kerjaan. Haha kadang salut bercampur
sedih memandang diri sendiri.
Tapi disana aku rasakan ups and down kehidupan, disana aku
mersakan pahitnya kegagalan, gak enaknya penolakan. Dimarahi, diperlakukan
keterlaluan yang kadang-kadang membuat aku muak dan mental breakdown.
Akan kuceritakan pekerjaan terakhir yang aku geluti sebagai
seorang Customer Service, sebenarnya aku suka pekerjaannya, aku belajar hal
baru, ketemu banyak customer, tapi ada hal yang aku gak bisa lagi tahan dari
pertengahan bulan yang kujalani yaitu hubungan dengan atasan yang rasanya
memuakkan banget, yang selalu marah jika ditanya tapi marah juga kalau kerjaan
gak beres atau salah (ya karna aku karang sendiri, gak boleh nanya sama dia)
duhh tiap hari stress dan frustasi ngadepinnya. Setiap pagi sebelum ngantor,
rasanya gak enak banget, cemas berlebihann selalu mikirin hari ini bakalan ada
apa lagi ya yang bikin dia ngamuk dan marah-marah, gak ada kesenangan dan
ketenangan. Rasanya pengen cabut cepet-cepet.
Yaa,,, gak semua part nya jelek sih, karna teman kerja
sekantor dan teman kerja cabang lain baik-baik. Tetap aja, mereka gak langsung
berhadapan dengan aku kerjanya, yang mana aku banyak menghabiskan pekerjaan
sama si Bos yang nyebelin ini. Walhasil setiap pulang kerja aku stress, kadang
sampai ngeluh terus, ibu aku yang gak tau apa-apa jadi imbasnya, beliau pusing
juga melihat aku pulang kerja selalu stress dan ngeluh. Tapi aku juga serba
salah, mau mendam sendiri rasanya batin ini pengen teriak gak tahan, mau curhat
takut ibuku jadi kepikiran, mau cari teman curhat tapi mereka juga punya
masalah masing-masing. Dan apa mereka mau dengerin curhatan aku yang tambah
bikin pusing hidup mereka….
Duh, serba salah nya jadi aku
Sampai suatu hari, aku udah gak sanggup lagi (sumpah). Aku tumpahin
semua uneg-uneg ke ibuku karna beliau satu-satunya yang aku punya untuk curhat
(red:derita anak tunggal). Akhirnya demi kesehatan mentalku sendiri (yang mana
selama kerja disana aku selalu ngerasa orang terbodoh sedunia,yang gak bisa
apa-apa sama sekali, semua yang aku kerjakan serasa salah aja) aku memutuskan
break dan bilang izin satu minggu.
Selang beberapa hari berlalu, banyak teman kerja nanyain,
kamu resign ya? Kamu kok gak masuk? Yang mana chat itu gak kubalas sampai
sekarang karna aku gak tau harus balas apa. Apa nanti aku ceritain, mereka
bakalan bilang lebay atau milih-milih kerja, gak bersyukur dan lainnya. Tapi,
kalau mau dipertahanin disana aku rasa lama-lama aku gila dan membenarkan kalau
aku sepayah itu….
Ditambah dengan keadaan ekonomi yang lagi down-down nya,
hutang yang masih banyak belum dibayar.. wow bikin aku gak bisa berkata apa-apa
lagi… I feel this is my horrible life.
Kadang sampai nyalah-nyalahin Tuhan, “Ya Allah, dimana
kekuasaan engkau? Aku udah sholat, puasa, aku udah jadi hamba yang baik, kok
gak ada kebahagiaan yang datang? Kok semuanya seakan kegagalan, stress dan
penolakan?”
Kalau bukan sama engkau, sama siapa lagi bisa menggantungkan
diri, kalau gak minta sama engkau yang maha mengabulkan semua hal sama siapa
lagi aku meminta karna engkaulah yang paling kuasa. Kalau yang paling kuasa aja
gak mengabulkan yaa,, mau minta kemana lagi?.
Well, aku gak tau kedepannya gimana, apa aku kembali menggembel
atau menambah hutang atau ada kejaiban dari Tuhan? we’ll see later.

0 Comentarios